Pengaruh Eksperimen Gelembung Pelangi dalam Pengembangan Kemampuan Berpikir Logis Anak Usia Dini

  • Devi Ariska Berutu STAI Raudhatul Akmal Deli Serdang
Keywords: Gelembung Pelangi, Anak Usia Dini, Berpikir Logis, Eksperimen Sains

Abstract

Kemampuan berpikir logis merupakan aspek kognitif penting yang perlu dikembangkan sejak usia dini, karena menjadi dasar bagi anak dalam memahami hubungan sebab-akibat dan menarik kesimpulan sederhana. Namun, pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih banyak didominasi metode konvensional yang kurang memberikan pengalaman belajar langsung, sehingga kemampuan berpikir logis anak belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan eksperimen Gelembung Pelangi terhadap peningkatan kemampuan berpikir logis anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Kegiatan eksperimen dilakukan melalui praktik langsung menggunakan botol plastik, larutan sabun, dan pewarna makanan yang ditiup hingga membentuk gelembung berwarna. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap aktivitas dan respons anak selama proses eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode eksperimen Gelembung Pelangi berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir logis anak usia dini, yang ditunjukkan melalui kemampuan mengamati, memahami hubungan sebab-akibat, mencoba kembali setelah gagal, serta menarik kesimpulan sederhana. Dengan demikian, metode eksperimen Gelembung Pelangi efektif digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis anak usia dini.

References

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Destiyanti, I. C. (2023). Desain instruksional eksperimen sains sederhana pada anak usia dini. Jurnal Pelita PAUD, 8(2), 109–118.

Fraenkel, J. R., Wallen, N. E., & Hyun, H. H. (2019). How to design and evaluate research in education (10th ed.). McGraw-Hill Education.

Hasanah, N. (2021). Model pembelajaran saintifik untuk anak usia dini. Alfabeta.

Khoiroh, U. (2021). Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah anak usia dini. UIN Sunan Kalijaga.

Masitoh. (2014). Strategi pembelajaran anak usia dini (hlm. 75–80). Universitas Terbuka.

Mulyasa, E. (2017). Manajemen pendidikan anak usia dini (hlm. 140–150). PT Remaja Rosdakarya.

Piaget, J. (2001). The psychology of intelligence. Routledge.

Sujiono, Y. N. (2017). Konsep dasar pendidikan anak usia dini (hlm. 130–142). PT Indeks.

Suyadi. (2015). Psikologi belajar pendidikan anak usia dini (hlm. 88–95). PT Remaja Rosdakarya.

Suyadi. (2018). Strategi pembelajaran pendidikan karakter anak usia dini (hlm. 110–160). PT Remaja Rosdakarya.

Suyadi. (2019). Teori pembelajaran anak usia dini dalam kajian neurosains. Pedagogia.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Yunianti, I. D., & Filasofa, L. M. K. (2024). Implementasi metode eksperimen dalam pembelajaran sains anak usia dini. Jurnal Pelita PAUD, 9(1), 58–67.

Published
2026-01-31